Beranda » Obat » Bahaya resistensi pada antibiotik

Bahaya resistensi pada antibiotik

Dilihat 427x | Tags Obat,

Bahaya resistensi pada antibiotik November 2017

Bahaya resistensi pada antibiotik sudah banyak di ketahui. Resistensi pada antibiotik dapat mengakibatkan kematian, lantaran antibiotik tak akan dapat membunuh bakteri atau kuman penyebabnya penyakit. Resistensi dapat berlangsung, lantaran masihlah minimnya pengetahuan orang-orang mengenai penyakit apa sajakah yang membutuhkan atau tak membutuhkan antibiotik. Yang kerap berlangsung, ada banyak orang-orang yang malah memohon antibiotik pada dokter bila tak memperolehnya.

Walau sebenarnya, terdapat banyak penyakit serta aksi kesehatan yang lain, yang sampai kini `sepertinya` membutuhkan antibiotik, nyatanya tanpa ada antibiotik juga tidak jadi masalah.
Ketua Komite Ingindalian Resistensi Antimikroba (KPRA) Kementerian Kesehatan RI, dr. Harry Parathon menguraikan sebagian type penyakit, maupun aksi yang sesungguhnya masihlah dapat diakukan tanpa ada mesti memberi antibiotik.

" Cabut gigi, tiroid, persalinan, circumsisi (khitan), fam (tumor payudara), tonsilectomy (amandel), hernia, pemasangan kateter, cacar air, gondok, diare yang cair, batuk pilek, demam berdarah, luka kecil cukup antiseptik, " tutur Harry, dalam acara Pfizer Journalist Class, Utamanya Kepatuhan Pemakaian Antibiotik di Hotel Akmani, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Januari 2016.
Diluar itu, operasi caesar dapat juga tanpa ada memakai antibiotik. Menurutnya, untuk kuman yg tidak resisten semakin lebih gampang penyembuhannya.

Harry menyatakan kalau pemakaian antibiotik untuk menyembuhkan penyakit yang dikarenakan infeksi kuman serta bakteri, bukanlah untuk menghindar atau menangani penyakit akibat virus. 

Khasiat Buah Mundu

Pernahkan Anda mendengar nama buah mundu? Ya, tanaman buah yang bernama latin Garcinia dulcis ini keberadaannya memanglah makin langka. Mundu sendiri termasuk dalam keluarga manggis-mangisan. Di Indonesia, buah ini cuma tumbuh di Jawa serta beberapa Kalimantan. Sedang diluar Indonesia, ia tumbuh di Filipina serta Thailand.
Sepintas mundu penampakannya seperti buah kesemek. Ketidaksamaannya, pertama, mundu mempunyai bentuk buah sedikit gepeng seperti manggis, sedang kesemek bulat panjang. Ke-2, mundu yang masak berwarna kuning mengkilat, sedangakn kesemek berwarna kuning sedikit jingga serta tertutup serbuk seperti bedak. Ketiga, rasa buah mundu asam manis, tengah kesemek rasa-rasanya manis.
Obat gondok
Dipercaya mundu mempunyai manfaat herbal yang cukup dahsyat. Itu lantaran ia mempunyai kandungan kimia yang bermacam. Kandungan kimia dalam biji serta daun mundu salah satunya saponin, flavanoid, serta tanin. Dampak farmakologis mundu salah satunya antiinflamasi serta antipeuretik. Di Jawa serta Singapura, tumbukan biji mundu dipakai untuk menyembuhkan pembengkakan. Serbuk biji mundu dapat juga dipakai untuk obat gondok serta sariawan. Buahnya dapat digunakan sebagai pencahar serta menyembuhkan pasien masalah empedu. Demikian sebaliknya, pucuk daun mundu muda dipakai untuk menyembuhkan diare.

Biji serta daun mundu bisa dipakai untuk menyembuhkan sebagian penyakit seperti luka, gondok, urus-urus, umumnya buang air besar, serta sariawan. Langkah bikin ramuan untuk menyembuhkan penyakit itu juga begitu simpel. Untuk menyembuhkan luka bakar, bakar 8 gr biji mundu hingga hangus, lantas giling halus. Taburkan biji mundu pada luka, serta kerjakan sejumlah 3 kali.

Untuk menangani gondok, bakar 8 gr biji mundu hingga hangus lantas giling halus. Taburkan sebuk biji mundu pada gondok.
Pada pasien masalah empedu (urus-urus), makan buah mundu hingga menginginkan buang air besar. Bila sangat banyak buang air besar, cukup makan sedikit pucuk daun mundu fresh 2 kali satu hari. Sedang untuk menyembuhkan sariawan, bakar 8 gr biji mundu hingga hangus, lantas giling halus, serta taburkan serbuk itu pada luka sejumlah 3 kali satu hari.


Keywords : ,